Sabtu, 10 Juli 2010

Kegiatan 1 Bulan Terakhir (Persiapan Naik Haji)

Satu bulan terakhir yang menyibukan. Mulai dari persiapan berangkat Haji, mengajar kursus kembali, dan terakhir kegiatan LSM yang semakin padat. Untuk persiapan haji saya dipercaya untuk memimpin 1 regu haji dari kawasan Pancoran Mas. Entah karena paradigma haji itu perlu usia yang sangat matang atau kerena biaya haji yang dirasa sangat mahal, jamaah haji yang ada diregu saya semua lebih tua dari saya. yah, hitung-hitung menjadi ketua regu menambah ibadah, jadi sambil ibadah haji, sekalian ibadah untuk membantu anggota regu menjalankan ibadah haji juga. Mulai dari mendaftar nomor porsi, mengingatkan untuk melengkapi berkas paspor, dan mengambil surat pengantar kesehatan, semua itu menjadi tugas saya. Selanjutnya terbayang nanti saya akan memapah jamaah anggota regu saya yang sudah tua. Tapi saya khawatir malah saya yang ternyata kalah kuat ibadahnya dibanding anggota regu saya. Banyak cerita yang menceritakan bahwa justru jamaah haji yang tua-tua lebih kuat dan bersemangat daripada yang muda. Sepertinya saya harus membawa bekal fisik dan semangat yang lebih banyak lagi agar tidak kalah dari jamaah haji yang lebih tua.

Selain kesibukan persiapan haji tentunya urusan lain tidak boleh ditelantarkan. Saya mendapatkan tugas lagi untuk mengajar. Tugas pertama adalah mengajar privat anak lulusan SMP. Mulanya lancar-lancar saja, sampai ketika bagian membuat efek dengan menggunakan Adobe PhotoShop ternyata efek itu tidak seperti yang diharapkan. Padahal ketika saya coba di rumah efek itu bisa diapikasikan pada foto yang saya olah. Tapi ketika saya ajarkan pada siswa ternyata tidak bisa. Sebagai kompensasi saya ajarkan membuat kaligrafi, tracing dan membuat flyer di Adobe Ilustrator dan sedikit animasi dengan menggunakan Adobe Flash. Sampai sekarang saya masih belum menemukan dimana letak kesalahan saya hingga efek foto yang harusnya bisa di aplikasikan malah tidak tampak. Syukurnya kelas ini sudah selesai dan siswa saya cukup puas. Kelas selanjutnya adalah kelas animasi yang siswanya lulusan SMA. Sejauh ini tidak ada masalah di kelas ini dan mudah-mudahan seterusnya tidak ada masalah.

Saya minta pada manajemen kursus agar saya diberikan kelas pagi supaya saya punya waktu untuk kegiatan LSM atau kalaupun tidak ada kegiatan saya bisa membantu ibu saya mengasuh keponakan. Kasus video mesum artis membuat LSM saya semakin sibuk. Urusan mengkaji, mengamati dan menanggapi isu, sampai memenuhi undangan-undang cukup menambah kesibukan kami. Tapi keikhlasan mudah-mudahan selalu menghiasi hati-hati kami di LSM supaya tetap bersemangat dan selalu menempuh jalan yang benar.

Kesibukan saya menuntut lebih banyak belajar. Selain itu kesibukan ini juga membuat skripsi saya tergeletak dengan indahnya dan masih belum tersentuh lagi. Niat membuat resensi komik Confucius buatan Lee Chi ching - Sai Ihara (Duet China-Jepang) pun tertunda juga. Padahal komik ini sangat layak untuk dibuat resensi karena selain ceritanya bagus gambarnya juga indah. Lee Chi ching adalah komikus favorit saya yang membuat saya terpesona dengan lukisan cat air di setiap lembar komiknya. Selain itu Lee Chi ching juga punya keprihatinan bersar terhadap kehidupan sosial. Ini terasa dalam setiap catatannya di komik-komik yang dibuatnya. Awalnya aku tertarik dengan komik Legend of The Condor Heroes karangan Ching Yung yang dibuat komiknya. Saya memang penggemar tokoh Kwee Cheng dalam cerita itu. Walaupun bukan orang yang cerdas dan cepat menguasai jurus seperti Yo Kang atau Oey Yong tapi kekuatan tekad dan kepribadiannya yang tulus membuatnya menjadi orang yang punya andil besar dalam setiap perannya. Lee Chi ching dengan sangat baik menggambarkan sosok Kwee Cheng dengan sangat baik di komiknya. Kemudian saya juga membaca komik Lee Chi ching diangkat juga dari yang di Indonesia novel berjudul Pendekar Hina Kelana. Gambar Lee Chi ching membuat saya merasa Lee Chi ching bisa melukiskan puisi lewat gambar. Komik-komik buatan Lee Chi ching memang layak untuk di koleksi.